Penting..!! Inilah Gejala Kanker Serviks yang Dianggap "Biasa" Oleh Kebanyakan Kaum Wanita karena Sering tak Disadari.

Gejala awal penyakit kanker serviks sering tidak terdeteksi. Karena itu, pemahaman dan edukasi harus diberikan kepada seluruh kaum hawa. Penyakit ini menyerang tubuh secara perlahan sehingga sulit disadari tanpa melakukan pemeriksaan.

Penyakit ini banyak terjadi pada perempuan yang sudah menikah atau perempuan yang sudah menjalani hubungan seksual secara aktif.

Penyakit ini akan mengubah sel di bagian leher rahim menjadi sel pra-kanker. Setelah itu sel tersebut akan menjadi sel kanker. Pada tahap awal, belum ada tanda-tanda penyakit, tapi saat sel kanker sudah menyebar ke bagian lain, gejala akan mulai muncul.

Gejala tersebut antara lain adanya masalah di siklus menstruasi dan keputihan yang tidak normal. Gejala lainnya adalah merasakan sakit saat berhubungan intim, bahkan hingga pendarahan, sering mengalami sakit di daerah pinggul, serta nyeri di kelamin saat buang air kecil.

Salah satu penyebab timbulnya kanker serviks adalah adanya infeksi human papillomavirus (HPV). Virus ini bisa masuk ke alat kelamin perempuan serta menginfeksi bagian mulut dan leher rahim sehingga sel-sel yang ada di sekitarnya berubah menjadi sel kanker. Infeksi HPV biasanya terjadi melalui hubungan seksual.

Penyebab berikutnya adalah hubungan seksual sebelum berusia 20 tahun. Umur organ reproduksi perempuan pada umur tersebut sedang aktif berkembang sehingga kontak atau rangsangan dari luar dapat memicu perubahan sifat sel menjadi tidak normal. Sel tidak normal inilah yang berpotensi menyebabkan kanker serviks.

Penyebab lainnya ialah gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, sering stres, dan tak menjaga asupan makanan. Selain itu, tidak berolahraga juga dianggap bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks.

Cara pencegahannya bisa dilakukan vaksinasi HPV bagi mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Kemudian mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung beta-karoten serta vitamin C dan E.
Cara lainnya adalah berhenti merokok dan menghindari hubungan seksual dini. Selain itu, hindari pemakaian air yang tidak bersih dan terapkan pola hidup sehat dengan teratur mengkonsumsi makanan yang cukup mengandung nutrisi dan gizi.

Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo menjelaskan, gejala awal yang dialami seseorang pengidap kanker serviks, biasanya mengalami keputihan hebat. Hal itu kemungkinan besar juga dialami Jupe.

“Kalau seseorang mengalami keputihan berkepanjangan, beberapa bulan, harus curiga ada apa ini,” tegas Agung kepada JawaPos.com, Sabtu (10/6).

Apalagi jika keputihan sudah disertai bercak-bercak merah meski tidak sedang menstruasi. Ditambah lagi aroma keputihan yang berbau tak sedap membuat seseorang harus segera pergi ke dokter.

“Hal ini dipengaruhi oleh kebersihan alat vital atau genital. Biasanya yang bersangkutan (Jupe) atau penderita kanker serviks lainnya pasti sudah mencoba membersihkannya dengan air sirih atau ganti pembalut lebih sering,” jelas Agung

Jika seseorang mengalami keputihan lebih dari satu bulan dan tak ada perubahan, maka harus waspada. “Segera diperiksa dokter. Modelnya seperti apa, disertai bau apa tidak, keputihan parah atau tidak,” tuturnya.

Saat seseorang mengalami keputihan seperti itu, Agung menilai bisa jadi hal itu merupakan gejala stadium awal kanker serviks. Namun jangan-jangan, bisa jadi virus kanker di bagian dalam sudah menyebar lebih luas.

“Bisa dikatakan stadium awal, tergantung posisinya di mana. Kalau di bagian luar lebih sedikit, bisa jadi di bagian dalam lebih banyak,” tukasnya.
Back To Top