Waspada Jika Kamu Sering Merasa Badan Cepat Lelah?Bisa Jadi Itu Anemia Pertanda Penyakit Ginjal Kronis

KURANG darah atau anemia sering dijumpai pada penderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK) atau chronic kidney disease (CKD). Kondisi ini dapat memperburuk kondisi pasien CKD.

Spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Siloam Jambi dr Andri Budiman, Sp PD mengatakan sebagian besar pasien CKD pasti mengalami anemia atau kekurangan darah.

"Anemia terjadi seiring menurunnya fungsi ginjal. Biasanya pasien CKD mengalami mulai mengalami anemia pada stadium 3 dan hampir semua mengalami anemia pada stadium 4," katanya, Kamis (30/3).

Penderita CKD yang mengalami anemia memiliki ciri yang sama dengan orang yang kekurangan darah pada umumnya. Gejala ini bisa dilihat langsung seperti pasien cepat mengalami kelelahan, semakin lemas, sakit kepala, pucat, konsentrasi menurun, nyeri dada hingga kesulitan dalam bernapas (sesak napas).

Dalam beberapa pasien juga mengalami gejala sering muntah, nafsu makan hilang, kaki bengkak, serta adanya gangguan tidur dan produksi urine yang menurun pada stadium yang semakin lanjut.

Disebutkan dr Andri, Anemia biasanya mulai berkembang pada tahap awal CKD atau ketika seseorang memiliki 45 sampai 59 persen dari fungsi ginjal normal. Seriring memburuknya CKD maka anemia yang dialamipun semakin parah.

"Anemia pada CKD terlihat ketika klirens kreatinin turun kira-kira 30 ml/mnt/1,73m2 dari permukaan tubuh. Anemia akan semakin berat apabila fungsi ginjal memburuk tetapi apabila penyakit ginjal telah mencapai stadium akhir," ungkapnya.

Kekurangan Nutrisi

DOKTER Andri menjelaskan secara klinis anemia pada pasien CKD terjadi ketika ginjal sakit atau rusak dan tidak bisa menghasilkan hormon Eritropoietin (EPO) yang berperan merangsang sumsum tulang untuk membuat sel darah merah yang mengandung Hemoglobin (Hb).
Dalam kondisi sehat, ginjal yang menghasilkan hormon yang disebut EPO yang cukup untuk merangsang pembentukan sel darah merah (eritrosit) untuk menggantikan sel ertrosit yang rusak pada waktunya (umur eritrosit lebih kurang 120 hari).

"EPO meminta sumsum tulang untuk membuat sel darah merah, sel darah merah ini mengandung hemoglobin yang akan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika ginjal sakit atau rusak, mereka tidak membuat cukup EPO. Akibatnya, sumsum tulang membuat sel-sel darah merah lebih sedikit, dan menyebabkan anemia," ujarnya.

Adapun penyebab lain anemia pada penderita penyakit ginjal kronis karena rendahnya tingkat nutrisi zat besi,Vitamin B12 dan asam folat.

Diet Ketat

HEMODIALISI (Cuci Darah) menjadi Alternatif Solusi pengobatan pasien PGK Stadium 5. Meski begitu penyakit ginjal kronis dapat diobati dengan berbagai cara pengobatan sesuai kondisinya, mulai dari mengkonsumsi obat-obatan, mengatur pola makan untuk PGK tahap awal dan sedang hingga cuci darah dan transplantasi ginjal.

Namun menunggu sampai mendapat donor ginjal (transplantasi ginjal), pasien CKD biasanya melakukan cuci darah.

"Saat ini cuci darah menjadi pilihan yang banyak dilakukan pasien ketika belum atau tidak mendapatkan donor ginjal," kata dr Andri.

Pasien CKD yang mesti menjalani cuci darah atau donor ginjal ini biasanya karena sudah berada di staium 5 atau disebut Penyakit Ginjal Kronik Tahap Akhir. Untuk pasien yang belum sampai tahap itu disarankan untuk menjalani diet dan obat-obatan dengan taat dan kontrol yang ketat.

"Dietnya harus rendah protein. Kita biasanya rata-rata protein satu sampai satu setengah gram perhari. Kalau udah gagal ginjal biasanya cukup konsumsi protein setengahnya," tandasnya.
Back To Top